Ini sebuah ide brilian yang tampak dari sebuah koran terkenal di Bali. Setiap asbtu, sudah sangat biasa haaman iklannya berjubel hingga dua halaman normal. Sangat banyak. Namun, tidak pernah dijumpai iklan tersebut diumumkan melalui situsnya. Dipikir-pikir, memang masuk akal dan sangat brilian, mengapa iklan kesempatan kerja tidak diumumkan lewat internet.
Iklan kesempatan kerja adalah iklan yang laris manis. Pengumuman adanya kesempatan kerja pasti ditunggu oleh banyak orang. Beberapa orang yang berpikir agak hemat menginginkan iklan tersebut diumumkan lewat internet, maklum, internet sudah banyak dikenal orang. Terlebih dengan mengumumkan di internet, pengiklan pun memperoleh penghematan bea iklan. Dibandingkan dengan mengiklan di media cetak, harga pasang iklan di internet jauh lebih murah.
Dari sisi masyarakat, masyarakat Bali memang dominan tidak terbiasa memanfaatkan internet untuk mencari informasi kesempatan kerja. Mereka lebih berpikir bahwa informasi pekerjaan lokal akan diumumkan di koran lokal.
Kita berbicara dari keuntungan bisnis saja, apa manfaatnya jika iklan tidak diumumkan melalui internet. Jika diumumkan di internet, koran tidak akan laku. Orang sepertinya tidak perlu membeli koran jika kesempatan kerja telah diumumkan melalui internet. Cukup meluangkan waktu sambil menjelajah internet, sejam Rp 4.000,- dan orang tidak perlu membaca halaman lain dari tempat pemajangan iklan. Jika dipasang di media cetak seperti koran, otomatis orang harus membeli koran. Jadi ini akan menghidupkan bisnis koran.Terlebih lagi, koran sekali keluar dapat hilang dan besoknya harus beli lagi. Sementara iklan di internet dapat eksis selamanya. Pemasang iklan tentu diuntungkan dengan cara ini dan pemilik koran hanya memperoleh masukan yang kecil saja.
Strategi ini yang terbaca, mengapa sebuah penerbit koran tidak memajang iklan kesempatan kerja yang mereka peroleh ke internet.

